BLOG INI JARANG DI UPDATE,MOHON MAAF
Kamis, 19 Juli 2012
Sabtu, 25 Februari 2012
miCoach Soccer: Membandingkan Performa Bermain dengan Para Bintang
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sepak bola merupakan olahraga terbesar di dunia. Para penggemar olahraga tersebut tidak hanya menonton, tetapi juga memainkannya sebagai bagian dari hobi dan cara untuk menjaga kebugaran. Namun, pernakah Anda mencoba memikirkan kembali apa saja yang telah Anda lakukan di lapangan setiap bermain? Jawabannya terletak di sepatu Adidas Adizero F50 dan aplikasi besutan produsen perlengkapan olah raga asal Jerman tersebut.
Aplikasi yang diberi nama miCoach Soccer ini telah hadir bagi para pengguna iPhone dan iPod Touch. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menarik beragam data, dari jarak pengguna berlari, jumlah lari cepat yang dilakukan, kecepatan lari maksimum, dan masih banyak lagi. Data-data tersebut ditarik secara wireless dari sebuah chip yang ditanamkan langsung di dalam sepatu Adizero F50 ke aplikasi miCoach Soccer.
Pengguna tidak hanya dapat melihat perkembangan performa olahraga mereka sehari-hari, tetapi juga melihat perkembangan kemampuan bermainnya dan membandingkan performa mereka. Bahkan pengguna dapat membandingkan permainan mereka dengan sejumlah bintang sepak bola dunia, serta berbagi pengalaman tersebut melalui Twitter dan Facebook. Namun, perlu diingat bahwa sepatu dan aplikasi ini hanya berperan sebagai alat analisis, bukan untuk meningkatkan performa pengguna.
Sepatu Adidas Adizero F50 pertama kali dikenakan oleh Lionel Messi dalam pertandingan persahabatan dengan Nigeria pada bulan September lalu. Kini, Adidas bekerja sama dengan Dani Alves dari FC Barcelona dan Timnas Brazil untuk turut berbagi tips profesional dalam aplikasi tersebut. miCoach Soccer dapat diunduh secara gratis di Apple App Store.
Jumat, 24 Februari 2012
Manchester United Vs Ajax 1-2:Lolos Dengan Cara Tidak Menyenangkan
Gol Javier Hernandez di menit 6 sempat Manchester United melayang. Unggul agregat 3-0, Setan Merah seolah sudah pasti menapakkan kaki ke babak 16 besar Europa League. Ajax mengajarkan pentingnya menjaga raihan 3 poin secara maksimal. Dua gol dibuat mereka —satu di antaranya di menit 87— untuk membuat lolosnya MU ke babak berikutnya, tidak senyaman yang diperkirakan.
Ajax datang ke Old Trafford demi membayar mimpi buruk kekalahan 0-2 mereka di leg pertama. Didukung 3000 fans setia, pasukan Frank de Boer yang mesti menang, justru dibungkam dengan golChicharito. Menerima umpan Dimitar Berbatov, penyerang Meksiko melewati Jan Verthongen sebelum menembakkan bola ke sudut bawah gawang Ajax.
Tertinggal 1-0 Ajax berusaha mengembalikan kepercayaan diri. Namun, usaha mereka gagal hingga menit 37. Intervensi Phil Jones membuang bola justru mengarah pada Aras Ozbiliz. Tembakannya melesak masuk ke gawang David de Gea.
Babak kedua, Ajax yang dibebani harus mencetak 2 gol untuk lolos, tampil lebih agresif. Mengantisipasi kebangkitan Ajax yang memenangi duel lini tengah, SAF memasukkan Paul Scholes menggantikan Tom Cleverley dan Jonathan Evans untuk mengganti Ashley Young. Phil Jones didorong untuk menjadi gelandang bertahan.
Namun, Ajax tetap dominan dan layak memenangi pertandingan. Alhasil, lahirlah gol Toby Alderweireld di menit 87 berkat tendangan bebas Ozbiliz. Tinggal 3 menit sisa, Ajax tak mampu lagi mengoyak gawang David De Gea.
Meskipun kalah agregat 3-2, Ajax layak pulang dengan kepala tegak. Sementara, Sir Alex Ferguson dan Manchester United perlu menyadari bahwa meski ini adalah Europa League yang tidak disukai mereka, bukan berarti Setan Merah akan selalu mudah menghadapi lawan-lawan mereka.
| Manchester United | Ajax | |
| 6(5) | Tembakan (Tembakan ke Gawang) | 10(7) |
| 13 | Pelanggaran | 8 |
| 3 | Tendangan Sudut | 7 |
| 3 | Offsides | 2 |
| 42% | Ball Possession | 58% |
| 2 | Kartu Kuning | 1 |
| 0 | Kartu Merah | 0 |
| 3 | Penyelamatan | 7 |
Kamis, 16 Februari 2012
Unggul Kualitas, MU Tekuk Ajax 2-0
INILAH.COM, Amsterdam - Manchester United memulai
petualangan pertamanya di ajang Liga Europa dengan kemenangan. 'Setan
Merah' mengalahkan Ajax Amsterdam dengan skor 2-0.
Manchester United berhadapan dengan Ajax Amsterdam, Jumat (17/2/2012) dini hari WIB di Amsterdam Arena dalam babak 32 besar Liga Europa.
Di babak pertama, kedua tim tampak bermain hati-hati. Hal tersebut tampak di 15 menit pertama dimana kedua tim lebih banyak melakukan umpan-umpan pendek tanpa penetrasi berbahaya. Tendangan ke gawang baru terjadi di menit ke-17 ketika tendangan bek kiri Ajax, Koppers dari luar kotak penalti masih terlalu lemah dan mudah diamankan oleh kiper MU, De Gea.
Satu menit kemudian, giliran sepakan jarak jauh Rooney yang dengan mudah ditangkap oleh kiper Ajax, Vermeer. Peluang emas didapat MU menit ke-29. Nani berhasil melakukan penetrasi di sisi sayap kanan. Pemain Portugal itu memaksa melepaskan tendangan ke gawang dan arahnya jauh dari sasaran. Jika ia lebih jeli, posisi Rooney bebas di depan gawang Ajax.
Menit ke-31, De Gea harus berjibaku untuk menepis tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh De Jong. Enam menit berselang, kembali Ajax mencoba melepaskan tendangan jarak jauh yang dilepaskan Eriksen. Skor belum berubah karena tendangannya masih melebar.
Skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, MU meningkatkan agresifitas permainan. Baru dua menit berjalan, MU nyaris mencetak gol ketika tendangan Nani dari sisi kanan gawang masih mampu ditepis dengan baik oleh Vermeer.
Menit ke-50, umpan terobosan Rooney membuat Hernandez berhadapan dengan kiper. Namun, Vermeer lebih sigap dan menggagalkan peluang emas tersebut.
MU akhirnya mampu mencetak gol di menit ke-59. Umpan silang Nani jatuh di kaki Young di sisi kiri gawang Ajax. Setelah mengecoh satu pemain Ajax, Young melepaskan tendangan mendatar ke gawang yang tak mampu dihadang Vermeer.
Menit ke-63, Nani nyaris menggandakan keunggulan MU. Menerima umpan Jones, pemain Portugal itu menendang bola sambil membalikkan badan. Sayang, tendangannya masih tinggi di atas mistar.
Menit ke-67, tendangan keras Erikson dari luar kotak penalti masih mampu diamankan dengan baik oleh De Gea.
Asyik menyerang, Ajax kebobolan melalui serangan balik cepat di menit ke-85. Rooney melepaskan umpan matang kepada Hernandez yang tengah berlari di kotak penalti. Tanpa cela, pemain Meksiko itu menghujamkan bola ke gawang Ajax.
Di waktu tersisa, tak ada lagi gol tercipta dan skor 2-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Kemenangan ini mempermudah langkah 'Setan Merah' menembus babak 16 besar. Leg kedua akan digelar di kandang sendiri.[yob]
Susunan pemain:
Ajax: Vermeer; Anita, Alderweireld, Vertonghen, Koppers (Boilesen 63'); Eriksen, Aissati, De Jong; Sulejmani, Bulykin (van Rhijn 60'), Ozbiliz (Lukoki 80').
MU: De Gea; Jones, Ferdinand, Evans, Fabio; Nani (Welbeck 86'), Cleverley (Scholes 61'), Carrick, Young (Valencia 76'); Rooney, Hernandez.
Manchester United berhadapan dengan Ajax Amsterdam, Jumat (17/2/2012) dini hari WIB di Amsterdam Arena dalam babak 32 besar Liga Europa.
Di babak pertama, kedua tim tampak bermain hati-hati. Hal tersebut tampak di 15 menit pertama dimana kedua tim lebih banyak melakukan umpan-umpan pendek tanpa penetrasi berbahaya. Tendangan ke gawang baru terjadi di menit ke-17 ketika tendangan bek kiri Ajax, Koppers dari luar kotak penalti masih terlalu lemah dan mudah diamankan oleh kiper MU, De Gea.
Satu menit kemudian, giliran sepakan jarak jauh Rooney yang dengan mudah ditangkap oleh kiper Ajax, Vermeer. Peluang emas didapat MU menit ke-29. Nani berhasil melakukan penetrasi di sisi sayap kanan. Pemain Portugal itu memaksa melepaskan tendangan ke gawang dan arahnya jauh dari sasaran. Jika ia lebih jeli, posisi Rooney bebas di depan gawang Ajax.
Menit ke-31, De Gea harus berjibaku untuk menepis tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh De Jong. Enam menit berselang, kembali Ajax mencoba melepaskan tendangan jarak jauh yang dilepaskan Eriksen. Skor belum berubah karena tendangannya masih melebar.
Skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, MU meningkatkan agresifitas permainan. Baru dua menit berjalan, MU nyaris mencetak gol ketika tendangan Nani dari sisi kanan gawang masih mampu ditepis dengan baik oleh Vermeer.
Menit ke-50, umpan terobosan Rooney membuat Hernandez berhadapan dengan kiper. Namun, Vermeer lebih sigap dan menggagalkan peluang emas tersebut.
MU akhirnya mampu mencetak gol di menit ke-59. Umpan silang Nani jatuh di kaki Young di sisi kiri gawang Ajax. Setelah mengecoh satu pemain Ajax, Young melepaskan tendangan mendatar ke gawang yang tak mampu dihadang Vermeer.
Menit ke-63, Nani nyaris menggandakan keunggulan MU. Menerima umpan Jones, pemain Portugal itu menendang bola sambil membalikkan badan. Sayang, tendangannya masih tinggi di atas mistar.
Menit ke-67, tendangan keras Erikson dari luar kotak penalti masih mampu diamankan dengan baik oleh De Gea.
Asyik menyerang, Ajax kebobolan melalui serangan balik cepat di menit ke-85. Rooney melepaskan umpan matang kepada Hernandez yang tengah berlari di kotak penalti. Tanpa cela, pemain Meksiko itu menghujamkan bola ke gawang Ajax.
Di waktu tersisa, tak ada lagi gol tercipta dan skor 2-0 bertahan hingga pertandingan usai.
Kemenangan ini mempermudah langkah 'Setan Merah' menembus babak 16 besar. Leg kedua akan digelar di kandang sendiri.[yob]
Susunan pemain:
Ajax: Vermeer; Anita, Alderweireld, Vertonghen, Koppers (Boilesen 63'); Eriksen, Aissati, De Jong; Sulejmani, Bulykin (van Rhijn 60'), Ozbiliz (Lukoki 80').
MU: De Gea; Jones, Ferdinand, Evans, Fabio; Nani (Welbeck 86'), Cleverley (Scholes 61'), Carrick, Young (Valencia 76'); Rooney, Hernandez.
Rabu, 15 Februari 2012
MU Seriusi Kasta Kedua
Van Der Sar: Ajax tak mampu bersaing di Eropa
MANCHESTER
- Setelah memastikan hanya berlaga di kasta kedua kompetisi Eropa,
Europa League, Manchester United (MU) ternyata serius membidik gelar
juara. Rak mahkota juara MU lebih banyak terisi trofi ajang besar.
Terakhir, Setan Merah merengkuh juara di even kasta kedua pada musim
1990/1991 kala merengkuh gelar juara Piala Winner Eropa.
Pelatih
MU, Sir Alex Ferguson, menyatakan keinginannya untuk meraih gelar juara
Europa League musim ini. MU akan berhadapan dengan Ajax Amsterdam pada
babak 32 besar Liga Eropa, Kamis (16/2) waktu setempat atau Jumat (17/2)
dini hari WIB.
"Kami
pasti ingin memenangkan Liga Eropa musim ini. Saya menanggapi turnamen
ini dengan serius. Kami mempunyai kesempatan untuk itu dan melihat ke
depan. Ini masih di dalam sepak bola Eropa, dan turnamen ini masih
terlihat baik di Eropa," ujar Fergie seperti dilansir Soccernet.
"Hal
terbaik mengenai pertandingan Kamis ini adalah kami tak harus
bertanding pada hari Sabtu nanti sehingga saya dapat memainkan tim
terkuat saya dan akan memainkan mereka tentunya."
"Saya
rasa menakjubkan bahwa selama 55 tahun kami berlaga di Eropa, kami tak
pernah menghadapi Ajax. Ketika Anda melihat hasil drawing baik di
perempat final maupun babak grup, kami tak pernah bertemu mereka."
"Stadion
akan penuh dengan pendukung dimana kami akan bermain di stadion dan
lapangan yang menakjubkan. Mereka belum tampil bagus namun saya rasa
ketika mereka menghadapi United, mereka akan termotivasi untuk bermain
dengan bagus."
Persiapan The Red Devils,
julukan MU, semakin mantap setelah kondisi kesehatan Luis Nani
berangsur pulih dari cedera yang mendekapnya. Dengan kondisi seperti ini
Nani pun diperkirakan siap untuk turun dalam laga melawan Ajax nanti.
“Dirinya
telah mengalami cedera pada engkelnya saat laga melawan Arsenal. Namun,
cederanya tidak terlalu parah,” kata Ferguson seperti dilansir situs
resmi klub, Selasa (14/2).
Sementara
itu, mantan kiper MU Edwin van der Sar meyakini Ajax tidak bisa
bersaing dengan tim papan atas Eropa, dan klub Eredivisie Belanda itu
sulit meraih hasil bagus di Liga Champions maupun Liga Europa.
“Jujur
saja, saya menilai Ajax tidak bisa bersaing dengan tim papan atas Eropa
lagi, walaupun saya berharap tidak seperti itu,” ungkap Van der Sar
dilansir Voetbal International.
“Lebih
realistis jika meniru performa tim dari 1992 hingga 1995. Ajax
memenangi Piala UEFA pada 1992, karena kami beruntung dengan hasil
drawing. Sukses di Liga Champions secara tidak sengaja. Tapi saya tidak
melihat mereka bisa kembali ke papan atas secara permanen,” lanjutnya.
Terakhir kali de Amsterdammers, sebutan Ajax, menjadi juara di
Eropa adalah ketika merengkuh trofi Liga Champions 1995 dengan
mengalahkan AC Milan 1-0. okz,glc,ins
Lagu Favorit Gue Foster The People - Pumped Up Kicks
Minggu, 12 Februari 2012
strategi menyerang dalam futsal
eperti sepak bola, taktik menyerang juga dikenal dalam permainan futsal.
Ada beberapa strategi penyerangan yang dapat dipakai dalam bermain
futsal. Strategi yang dipakai tergantung pada lawan yang akan dihadapi,
kondisi fisik pemain dan lain-lain. Strategi tersebut diantaranya yaitu
dengan formasi 2-2 yang dikenal dengan sebutan Square. Square merupakan
strategi penyerangan paling dasardimana
empat orang pemain dibagi menjadi 2 baris. Dua pemain berada dibaris
depan dan dua pemain lainnya berada dibelakangnya. Seperti sepak bola,
taktik menyerang juga dikenal dalam permainan futsal. Ada beberapa
strategi penyerangan yang dapat dipakai dalam bermain futsal. Strategi
yang dipakai tergantung pada lawan yang akan dihadapi, kondisi fisik
pemain dan lain-lain. Strategi tersebut diantaranya yaitu dengan formasi
2-2 yang dikenal dengan sebutan Square. Square merupakan strategi
penyerangan paling dasar dimana empat orang pemain dibagi menjadi 2
baris. Dua pemain berada dibaris depan dan dua pemain lainnya berada
dibelakangnya.
Untuk menerapkan strategi ini dibutuhkan karakteristik tertentu. Dua orang pemain di depan sebaiknya memiliki kecepatan dan skill mengumpan serta shooting yang baik. Sebaliknya dua pemain dibelakang harus selalu siap menerima bola dalam keadaan apapun.
Strategi 2-2 ini sangat menguntungkan karena tidak menguras energi fisik. Formasi ini baru efektif jika pemain unggul dalam duel satu lawan satu dengan pemain lawan. Akan tetapi disamping keuntungan, strategi ini pun memiliki kelemahan khusus karena biasanya dukungan antar lini dalam melakukan penyerangan terasa kurang. Hal ini dikarenakan perbedaan skill yang dimiliki oleh para pemain. Ini akan sangat berbahaya jika team lawan melakukan covering dan pressing yang ketat, sehingga team yang menggunakan strategi 2-2 ini akan kesulitan.
Untuk menerapkan strategi ini dibutuhkan karakteristik tertentu. Dua orang pemain di depan sebaiknya memiliki kecepatan dan skill mengumpan serta shooting yang baik. Sebaliknya dua pemain dibelakang harus selalu siap menerima bola dalam keadaan apapun.
Strategi 2-2 ini sangat menguntungkan karena tidak menguras energi fisik. Formasi ini baru efektif jika pemain unggul dalam duel satu lawan satu dengan pemain lawan. Akan tetapi disamping keuntungan, strategi ini pun memiliki kelemahan khusus karena biasanya dukungan antar lini dalam melakukan penyerangan terasa kurang. Hal ini dikarenakan perbedaan skill yang dimiliki oleh para pemain. Ini akan sangat berbahaya jika team lawan melakukan covering dan pressing yang ketat, sehingga team yang menggunakan strategi 2-2 ini akan kesulitan.
Langganan:
Postingan (Atom)